Kisah Perjalanan Hidup Nabi Muhammad ﷺ

Jumat , 2 Jan 2026 | 07:47:38
by

SIGAP88 – Nabi Muhammad ﷺ merupakan salah satu nabi dan rasul yang diutus Allah SWT paling terakhir ke dunia. Menurut kisahnya, Nabi Muhammad ﷺ pertama kali lahir di Mekkah pada abad Ke-6, yaitu 12 Rabiul Awal di tahun gajah.

Merangkum berbagai sumber, Nabi Muhammad ﷺ lahir dengan kondisi masyarakat Arab masih sangat menyimpang dari ajaran Allah SWT. Sejak kecil, Nabi Muhammad SAW sudah hidup tanpa adanya sosok seorang ayah.

Nabi Muhammad ﷺ merupakan seorang keturunan Bani Hasyim, salah satu suku Quraisy yang dihormati di Mekkah. Ayah Nabi Muhammad ﷺ bernama Abdullah bin Abdul Muthalib, sedangkan sang ibu bernama Aminah binti Wahab.

Nabi Muhammad ﷺ tumbuh sebagai anak yatim, di mana sang ayah meninggal sebelum Rasulullah lahir ke dunia. Ayahnya adalah seorang saudagar yang kerap bepergian ke Negeri Syam.

Sewaktu singgah di Madinah, Abdullah bin Abdul Muthalib sedang dalam keadaan sakit dan akhirnya meninggal dunia di sana. Setelah Nabi Muhammad ﷺ lahir, sang ibu menyerahkannya kepada Halimah Sa’diah untuk disusukan.

Hal ini merupakan tradisi bangsa Arab, di mana mereka menyusukan sang anak kepada perempuan desa tempat mereka tinggal. Tujuannya, agar anak-anak mereka, termasuk Nabi Muhammad ﷺ dapat tumbuh di lingkungan pedesaan yang udaranya masih bersih.

Nabi Muhammad ﷺ tinggal bersama Halimah selama empat tahun di Dusun Bani Sa’ad. Nabi Muhammad ﷺ baru kembali tinggal bersama Aminah pada usia enam tahun.

Selama hidup bersama sang ibu, Aminah sering mengajak Nabi Muhammad ﷺ berziarah ke makam ayahnya di Madinah. Namun, suatu hari, ketika mereka sedang dalam perjalanan pulang ke rumah, sang ibu jatuh sakit dan akhirnya wafat di sana.

Nabi Muhammad ﷺ pun tumbuh menjadi anak yatim piatu dan diasuh oleh sang kakek bernama Abdul Muthalib. Singkat cerita, Nabi Muhammad ﷺ tumbuh dewasa dan akhirnya menikah bersama seorang perempuan bernama Khadijah.

Pernikahan mereka dikaruniai enam orang anak, yaitu Qasim, Abdullah, Zainab, Ruqayyah, Ummu Kulsum, dan Fatimah. Suatu ketika, saat beliau sedang merenung di Gua Hira pada 6 Agustus 611 M, Rasulullah melihat sebuah cahaya terang.

Ketika itu, Malaikat Jibril muncul dengan cahaya yang sangat menyilaukan dan menyampaikan wahyu pertama kepadanya. Wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ adalah Al-Alaq ayat 1-5.

Surah tersebut memiliki arti bahwa Nabi Muhammad merupakan nabi akhir zaman yang akan didustakan, disakiti, diusir, dan diperangi. Beberapa waktu setelahnya, Nabi Muhammad ﷺ mendapat wahyu kedua yang berisi tentang perintah untuk menyeru manusia kepada Allah.

Setelah mendapat wahyu, Nabi Muhammad ﷺ pun mulai berdakwah di kalangan keluarga, sahabat, dan masyarakat Mekkah. Hal ini terus dilakukan sampai meninggalnya Rasulullah.

Nabi Muhammad ﷺ wafat pada Senin, 8 Juni 632. Jasadnya dikebumikan di Kompleks Masjid Nabawi di Madinah (sekarang di bawah naungan Kubah Hijau).

Allah SWT juga memberikan mukjizat yang luar biasa pada Nabi Muhammad SAW. Berikut sebagian mukjizat Nabi Muhammad ﷺ:

1. Kitab Suci Alquran

Alquran menjadi salah satu mukjizat Nabi Muhammad SAW yang paling besar. Tidak sama seperti kitab Taurat, Zabur, dan Injil yang hanya berlaku pada waktu dan zaman tertentu.

Al-Quran memiliki keistimewaan, yakni dijaga keasliannya oleh Allah SWT. Sebagai pedoman dan rahmat bagi seluruh umat, serta mempelajarinya dihitung sebagai ibadah.

2. Isra Miraj

Isra Miraj juga menjadi mukjizat sekaligus peristiwa yang menakjubkan bagi Nabi Muhammad SAW. Atas izin Allah SWT, Nabi Muhammad mampu menempuh perjalanan.

Yaitu dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dan naik ke Sidratul Muntaha. Pada peristiwa itu pula, Allah SWT memerintahkan Nabi Muhammad SAW dan seluruh umatnya untuk melakukan salat wajib.

3. Membelah bulan

Kisah Nabi Muhammad SAW ketiga adalah dapat membelah bulan. Hal ini terjadi ketika kafir Quraisy menantang Nabi untuk menunjukkan kenabiannya, sebagaimana dalam hadits:

“Bahwa orang-orang Makkah meminta utusan Allah untuk menunjukkan kepada mereka mukjizat, dan ia menunjukkan kepada mereka pemisahan bulan.” (HR. Bukhari)

4. Jemari tangan Nabi Muhammad memancarkan air

Peristiwa ini terjadi saat perjanjian Hudaibiyah, pada saat itu orang-orang merasa haus. Setelah menyelesaikan wudhu, mereka bergegas menuju Nabi Muhammad SAW.

Mereka mengatakan, bahwa tidak punya air untuk wudhu atau minum kecuali sepanci air kecil yang tidak cukup untuk semuanya. Kemudian Muhammad meletakkan tangannya ke dalam panci dan air mulai mengalir dari jari-jarinya, seperti mata air.

5. Pelindung Tubuh dengan Petir

Dalam masa peperangan, Nabi Muhammad SAW mendapatkan mukjizat yang sangat menakjubkan. Seperti petir yang melindungi tubuhnya saat akan dibunuh oleh Syiban bin Utsman yang terjadi pada saat Perang Hunain.

Petir yang dikuasakan oleh Allah SWT ini ditujukan untuk melindungi Rasulullah dari bahaya. Selain itu, musuh akan mampu melihat kekuasaan Allah SWT yang sangat besar melalui Rasulullah.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

RSS sigap88.com

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
Next Story

Biografi Singkat Imam Muhammad Asy-Syafi’i

Latest from Sejarah

Biografi Singkat Imam Muhammad Asy-Syafi’i

SIGAP88 – Abu Abdullah Muhammad bin Idris asy-Syafi’i al-Muththalibi al-Qurasyi (bahasa Arab: أبو عبد الله محمد بن إدريس الشافعيّ المطَّلِبيّ القرشيّ‎) atau singkatnya Imam
Go toTop